Selamat Datang

Belajar Pengendalian Hayati merupakan blog baru untuk mendukung pembelajaran blended learning mata kuliah Pengendalian Hayati bagi mahasiswa Faperta Undana. Blog sedang dalam pembuatan sehingga belum dapat menyediakan layanan secara penuh. Silahkan berkunjung kembali untuk memperoleh informasi mengenai fitur layanan dukungan pembelajaran yang diberikan melalui blog ini. Mohon berkenan menyampaikan komentar dengan mengklik tautan Post a Comment di bawah setiap tulisan.

Minggu, 24 September 2023

2.2. Dasar-dasar Ekologis Pengendalian Hayati: Dinamika Populasi Interaksi Musuh Alami dengan OPT

Pada materi 2.1.1 kita telah mempelajari dasar-dasar ekologis pengendalian hayati dalam kaitan dengan pertumbuhan populasi satu spesies organisme. Pengendalian hayati memang tidak melibatkan satu spesies organisme, tetapi untuk memahami pertumbuhan populasinya kita perlu terlebih dahulu mempelajari pertumbuhan populasi satu spesies organisme. Dalam ekologi, pertumbuhan popualsi satu sepsies organisme dipelajari dalam ekologi populasi, terutama ekologi populasi kuantitatif. Setelah memahami pertumbuhan satu spesies organisme, kini kita lanjutkan mempelajari pertumbuhan dua spesies organisme yang saling berinteraksi melalui rantai makanan. Secara ekologis, pengendlian hayati merupakan pemanfaatan konsep rantai makanan untuk mengendalikan populasi spesies OPT dengan menggunakan populasi spesies musuh alami. Dalam ekologi, interaksi antar organisme dalam kaitaan dengan waktu dan ruang dipelajari dalam ekologi komunitas.

Jumat, 15 September 2023

2.1. Dasar-dasar Ekologis Pengendalian Hayati: Pertumbuhan Populasi dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi

Sebagaimana sudah kita pelajari pada materi kuliah sebelumnya, pengendalian hayati berkaitan dengan tiga hal yang saling berinteraksi. Hal pertama adalah musuh alami yang kita gunakan untuk mengendalikan OPT, hal kedua adalah OPT sasaran pengendalian hayati, dan hal ketiga adalah keterlibatan manusia dalam melaksanakan pengendalian. OPT merupakan organisme herbivora yang menjadi berstatus sebagai OPT pada umumnya bukan sebagai individu, melainkan sebagai kelompok individu, bahkan kelompok besar individu. Demikian juga dengan organisme yang memanfaatkan OPT sebagai makanannya, berstatus sebagai musuh alami yang efektif bukan sebagai individu, melainkan sebagai kelompok individu. Manusia juga melakukan pengendalian hayati bukan sebagai individu, melainkan bersama dengan petani lain dalam satu hamparan. Kelompok agen hayati dan kelompok OPT sasaran perlu berada dalam ruang dan waktu yang sama agar pengendalian hayati dapat terjadi. Oleh karena itu, pada materi ini kita mempelajari keduanya dalam konteks kelompok yang berinteraksi dalam ruang dan waktu yang sama. 

Senin, 11 September 2023

1.2. Pengendalian Hayati: Pengertian dan Peristilahan, Perbedaan dari Cara Pengendalian Lain, Manfaat dan Risiko, serta Ruang Lingkup

Pada materi 1.1 kita sudah mempelajari bahwa permasalahan OPT timbul bukan hanya karena kemampuan OPT untuk mengurangi produksi, melainkan juga karena masalahan cara pengendalian. Perkembangannya menunjukkan bahwa pengendalian hayati merupakan cara pengendalian OPT yang sangat tua, tetapi sempat ditinggalkan karena berkembangnya cara pengendalian OPT yang pada awalnya dipandang lebih menjanjikan, yaitu pengendalian secara kimiawi dengan menggunakan pestisida sintetik. Kemudian ternyata bahwa pengendalian secara kimiawi dengan menggunakan pestisida sintetik bukannya dapat mengatasi masalah OPT, tetapi justru menimbulkan masalah OPT yang lebih mengkhawatirkan. Bukan hanya itu, pengendalian secara kimiwi dengan menggunakan pestisida sintetik ternyata juga dapat merusak lingkungan hidup. Akibatnya, pengendalian hayati kembali mendapatkan tempat. Materi kuliah ini menyajikan uraian pengantar mengenai apakah sebenarnya pengendalian hayati itu, beberapa istilah yang  peeru diketahui, dan batas-batas ruang liingkupnyya.

Selasa, 05 September 2023

1.1. Permasalahan OPT dan Pengendaliannya serta dan Perkembangan Pengendalian Hayati

OPT merupakan kendala produksi yang sangat penting dalam pertranian. Kendala merupakan sesuatu yang belum tentu terjadi tetapi jika terjadi maka dapat menurunkan produksi. Kendala produksi berbeda dengan faktor pembatas produksi, yaitu sesuatu yang tersedia dalam jumlah terbatas sehingga perlu ditambahkan untuk meningkatkan produksi. Pada awalnya, sebelum ditemukan pestisida kimiawi sintetik, upaya untuk mengatasi OPTsebagai kendalam produksi dilakukan dengan menggunakan musuh alami, Namun seiring dengan ditemukannya pestisida kimiawi sintetik, penggunaan musuh alami ditinggalkan. Perubahan strategi mengatasi OPT sebagai kendalam produksi ini ternyata menimbulkan masalah yang kemudian menyebabkan penggunaan musuh alami kembali memperoleh momentum.